Angka Stunting di Sultra, Ini Rinciannya di 17 Kabupaten/Kota

Rabu, 25 Mei 2022 – 05:22 WIB
Angka Stunting di Sultra, Ini Rinciannya di 17 Kabupaten/Kota - JPNN.com Sultra
Kepala BKKBN Sultra Asmar melakukan penandatanganan kerja sama penanganan stunting bersama pihak terkait. Foto ANTARA

sultra.jpnn.com, KENDARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara memerinci angka stunting di 17 kabupaten/kota. Angka stunting tertinggi dipegang Buton Selatan dan terendah di Kolaka Timur.

Tingginya angka stunting, BKBBN Sultra berkomitmen untuk menurunkannya menjadi 14 persen sesuai target nasional.

"Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan," kata Kepala BKKBN Sultra Asmar di Kendari, Selasa.

Ia menyebutkan angka prevalensi stunting di Sultra berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencapai 30,02 persen.

"Angka stunting di Sultra masih berada di atas rata-rata nasional, karena angka kasus stunting nasional hanya mencapai 24,4 persen berdasarkan SSGI 2021," katanya.

Kepala BKKBN Sultra Asmar memerinci data per kabupaten/kota maka yang tertinggi berada di Buton Selatan sebanyak 45,2 persen, menyusul Buton Tengah 42,7 persen, Buton 33,9 persen, Konawe Kepulauan 32,8 persen, Muna 30,8 persen, Konawe Utara 29,5 persen.

Kemudian Kolaka Utara 29,1 persen, Muna barat 29,0 persen, Konawe Selatan 28,3 persen, Kota Baubau 27,6 persen, Bombana 26,8 persen, Buton Utara 26,8 persen, Kolaka 26,5 persen, Konawe 26,2 persen, 26,0 persen, Kota Kendari 24,0 persen, dan Kolaka Timur 23,0 persen.

"Harusnya daerah kepulauan ini rendah angka stuntingnya karena ketersediaan gizi cukup dari konsumsi ikan segar. Tetapi ini malah terbalik, justru Kabupaten Kolaka Timur yang tidak memiliki wilayah laut malah yang terendah angka stuntingnya," kata Asmar.

Angka stunting tertinggi dipegang Buton Selatan dan terendah di Kolaka Timur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News