Prihatin, Negara Gagal Lindungi TNI di Papua, Sudah 41 Prajurit Gugur

Pria kelahiran 22 Januari 1971 itu mendesak pemerintah serius menangani masalah di Papua dalam konteks sosial dan politik.
Dia meminta pemerintah tidak hilang fokus mengurusi Bumi Cenderawasih meskipun saat ini disibukkan agenda memindahkan ibu kota negara (IKN).
"Boleh sibuk dengan IKN, tetapi jangan lupa melindungi alat negara, prajurit negara yang ada di Papua. Melalui ibu ketua, agar pemerintah mengambil langkah serius, jangan sampai lagi kita mendengar ada prajurit TNI yang tewas akibat teror KKB," tutur Nasir Djamil.
Sebelumnya, pasukan KKB pimpinan Egianus Kogoya menyerang Pos Marinir di Nduga, Papua, Sabtu (26/3) sore. Serangan yang memakai pelontar granat itu mengakibatkan dua prajurit TNI meninggal dunia, yakni Lettu Marinir Muhammad Ikbal dan Pratu Wilson Anderson Here. Selain itu, delapan prajurit Korps Marinir mengalami luka akibat serangan KKB. (ast/jpnn)
Anggota DPR Nasir Djamil prihatin dengan 41 prajurit TNI gugur di Papua. Negara seolah-olah gagal melindungi TNI.
Redaktur & Reporter : Arwan Mannaungeng
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News