Satu Juta Batang Rokok Ilegal Didatangkan dari China Untuk Penambang di Morowali

Selain itu, kata Nugroho, ongkos produksi rokok cukup murah, tapi keuntungannya besar. Apalagi diedarkan secara ilegal maka dipastikan keuntungan berlipat, makanya negara hadir untuk mendapatkan penerimaan pajak.
Baca Juga:
Ia menjelaskan wilayah kerjanya yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara adalah surga para pengedar rokok ilegal karena wilayahnya sangat luas dan pengawasan terbatas sehingga memudahkan pelaku mengimpor rokok ilegal, apalagi daya beli masyarakat terhadap rokok murah sangat tinggi.
"Data akhir tahun 2021, kami telah memusnahkan rokok ilegal lebih dari enam juta batang dengan kerugian negara Rp4,8 miliar. Tahun lalu kebanyakan rokok dalam negeri karena produksi rokok terbesar itu dari Jawa, yakni Jawa Tengah dan Timur, rata-rata tanpa pita cukai," sebut dia.
Sebelumnya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Makassar menggagalkan rokok impor asal China sebanyak 1.099.800 batang tanpa dilekati pita cukai merek Hongshuangxi dan Jinyexiang. Dari hasil penindakan, petugas menangkap seorang pelaku berinisial C kini ditetapkan sebagai tersangka. (antara/jpnn)
Bea Cukai Makassar berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal sebanyak satu juta batang yang didatangkan dari China untuk penambang di Morowali
Redaktur & Reporter : Arwan Mannaungeng
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News