Cerita Pemandu Lagu Menyayat Hati, Terjerat Utang Sama Agensi Sampai tak Bisa Lepas Diri

Menurut Vera, ada uang yang harus dibayarkannya jika dia mau berhenti bekerja dari situ. “Harus bayar, ada duitnya buat menebus," katanya.
Namun, Vera tak memerinci barang atau jaminan yang harus dia tebus itu. Dia menuturkan banyak rekan-rekan sesama LC yang berutang kepada agensi.
Pandemi memaksa para LC mencari utangan untuk bertahan hidup. Walhasil, jerat utang itu membuat para LC di kelab malam tersebut kesulitan alih profesi.
"Pas awal Covid-19 itu (tempat hiburan) tutup dua minggu. Jadi, karena enggak bekerja, banyak yang punya utang sama agensi," kata Vera.
Ibu tunggal dengan satu anak itu juga punya pacar. Dia menjalin kekasih dengan tamunya. "Awalnya tamu, terus pacaran,” kata wanita dengan rambut dicat pirang itu.
Sebenarnya Vera sudah diminta berhenti bekerja oleh pacarnya. Kekasihnya juga berjanji akan menikahinya. Namun, sampai saat ini janji itu tak kunjung terwujud.
"Dia bilang akan tanggung jawab, tetapi dia saja sekarang masih di luar negeri, kerja," katanya.
Dalam kondisi seperti itu, Vera harus menghidupi anaknya yang baru berusia lima tahun. Dia menitipkan anaknya kepada keluarganya di Lampung.
Hati seorang pemandu lagu, Vera berontak. Meronta-ronta hendak berlepas diri dari jeratan utang sama agensi yang telah menjerumuskannya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News