Solar Langka, Harga per Liter Tembus Rp 7500

Sabtu, 09 April 2022 – 09:37 WIB
Solar Langka, Harga per Liter Tembus Rp 7500 - JPNN.com Sultra
Solar Langka, Harga per Liter Tembus Rp 7500. Langkah Nelayan Jadi Susah. Foto Antara

sultra.jpnn.com, TAKALAR - Seolah kata langka menjadi hal yang lumrah di negeri ini. Setelah minyak goreng langka dan sebagian daerah masih terjadi, giliran solar yang ikut-ikutan.

Akibat solar langka, sejumlah nelayan dari Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mengeluh. Kelangkaan solar yang menghambat aktivitas mereka untuk mengarungi samudera mengais rezeki.

Salah satunya nelayan asal Galesong bernama Sulaeman, seorang pengepul rumput laut di Pulau Luang Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. "Seharusnya kami berangkat sebelum Ramadhan, tapi sampai sekarang solarnya belum cukup," ujar Sul sapaan akrab Sulaiman di Takalar, Jumat (8/4).

Selain langka, Sul mengatakan harga solar juga terbilang mahal. Namun ia mengakui bahwa untuk bisa memenuhi kebutuhannya melaut, harus menggunakan pihak ketiga lantaran tidak tahan antre berlama-lama, hingga harus bermalam di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Daftar Harga Solar:

  1. Harga normal solar pada setiap SPBU sebesar Rp 5.150 per liter.
  2. Sementara jika menggunakan pihak ke tiga, harganya bervariasi. Mulai dari Rp 6.500, Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per liter. Harga tersebut termasuk jasa angkut dan antar solar ke tempat tujuan.

"Padahal sebelumnya masih Rp 6.000/liter dengan harga yang sama. Ini karena susah dapat solar jadi pihak penjual ini juga naikkan harga," tambah Sul.

Sul menyebut harga mahal kini tidak lagi jadi masalah, yang terpenting ialah kebutuhan melaut harus segera terpenuhi. Baginya, menunggu bahan bakar minyak (bbm) sama saja dengan kerugian, karena mesti tinggal di rumah tanpa pendapatan atau pemasukan sama sekali.

Sementara kebutuhan solar atau bbm menjadi hal yang pasti harus ada, terlebih tempat tujuan melaut merupakan daerah terluar yakni Pulau Luang, sehingga ia setidaknya harus menyiapkan solar sebanyak 3 ton.

Jumlah solar itu untuk kondisi iklim normal, sedangkan pada cuaca ekstrem, kebutuhan BBM bisa mencapai 5 ton.

Nelayan mengeluhkan solar langka. Saking langkanya harga solar menjadi mahal hingga menembus Rp 7.500

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News