26 Ekor Musang Tenggalung Penghuni Rawa Aopa Watumohai Mati Tertabrak

Sabtu, 16 Juli 2022 – 05:42 WIB
26 Ekor Musang Tenggalung Penghuni Rawa Aopa Watumohai Mati Tertabrak - JPNN.com Sultra
Kepala Balai TNRA Watumohai Ali Bahri (kanan) bersama Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah-II Benny E Purnama (kiri). Foto ANTARA

sultra.jpnn.com, KENDARI - Pengelola Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) melaporkan selama tiga tahun terakhir dari 2019-2022, ada 26 ekor musang tenggalung mati tertabrak.

Musang penghuni TNRAW mati tertabrak oleh kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas di kawasan Rawa Aopa Watumohai di Kabupaten Konawe Selatan menuju Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah-II Benny E Purnama menyebutkan penyebab kematian satwa yang dilindungi di kawasan TNRAW dikarenakan kondisi jalan yang cukup gelap, sehingga mengganggu aktivitas pengendara yang melintas di dalam kawasan yang ramai.

Ia menyebutkan, dari 26 ekor musang yang mati itu, yakni pada tahun 2019 ditemui sebanyak 19 ekor, tahun 2021 sebanyak 5 ekor, dan pada bulan Juni tahun 2022 ditemukan 2 ekor.

"Dikhawatirkan, jika kejadian ini terus berlangsung akan mengakibatkan populasi musang tenggalung (Viverra tangalunga) menjadi terancam, dan habitat musang akan sulit ditemui lagi di dalam kawasan," ujar Benny dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/7).

Pada beberapa negara, ujar Benny, satwa musang dapat diantisipasi dengan membuat koridor terowongan di bawah atau jembatan di atas tempat pelintasan satwa, agar mereka tidak terhalang aktivitasnya.

Seringkali jalan di kawasan yang penuh dengan satwa liar sepanjang jalan dilakukan pemagaran, agar bukan saja menghindari satwa tertabrak tetapi juga demi keamanan bagi pengendara.

Mengadopsi usaha yang dilakukan di beberapa negara dalam meminimalisir kematian satwa liar yang tertabrak kendaraan, maka di dalam kawasan TNRAW dapat dibuatkan terowongan di bawah atau jembatan di atas tempat pelintasan satwa atau garis kejut (polisi tidur) khususnya pada titik yang seringkali dijumpai satwa mati tertabrak yaitu blok hutan Mandu-Mandula, Laea, Lampopala, dan blok hutan Tatangge.

Musang penghuni TNRAW mati tertabrak oleh kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas di kawasan Rawa Aopa Watumohai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News