Harga Cabai dan Daging Sapi Mulai Naik

sultra.jpnn.com, MAKASSAR - Harga bahan kebutuhan pokok seperti cabai dan daging sapi mulai naik. Selain karena persediaan pasokan yang mengalami penurunan produksi karena anomali cuaca, faktor lainnya juga disebabkan karena kekhawatiran adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak besar, khususnya sapi.
Dari pantauan di pasar tradisinonal Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan diketahui setelah Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah harga cabai merah sempat berada pada harga Rp 20 ribu per kilogram, kini kembali naik menjadi Rp 26 ribu - Rp28 ribu per kilogram.
"Harga cabai dalam sepekan terakhir kembali naik, untuk cabai merah keriting dijual Rp 26 ribu per kg, sedang cabai merah besar seharga Rp 28 ribu per kg," kata Hasnah, salah seorang pedagang di Pasar Kalimbu, Makassar, Selasa (24/5).
Menurut dia, kenaikan harga cabai tersebut akibat daerah pemasok mengalami gangguan cuaca (anomali iklim) yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau, namun ternyata sebagian besar masih diguyur curah ringan hingga deras.
Harga naik karena persediaan cabai mengalami penurunan produksi.
Hal serupa dikemukakan Rustam, pedagang cabai di Pasar Terong, Makassar. Menurut dia, cabai dari sejumlah sentra produksi seperti Kabupaten Gowa, Takalar dan Bantaeng mengalami penurunan produksi akibat hujan.
Baca Juga:
Selain harga cabai yang bergerak naik, harga daging sapi dijual Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu per kg. Saat menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah harganya Rp 120 ribu per kg.
Kenaikan harga daging sapi itu terjadi di Pasar Niaga Daya, Pasar Maricaya, Pasar Pa'baeng-baeng dan Pasar Terong.
Harga naik karena persediaan cabai mengalami penurunan produksi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News