Reaksi Sultan Soal Pemaksaan Berjilbab di SMA: Yang Salah Guru, Kok Siswi yang Dipindah

sultra.jpnn.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bereaksi soal dugaan pemaksaan berjilbab yang dilakukan oknum guru SMAN 1 Banguntapan, Bantul.
Sultan tidak menerima siswi yang dianggap menjadi korban malah dipindahkan ke sekolah lain. Padahal menurutnya, gurunya yang harus ditindak, bukan siswinya.
"Jadi, yang salah itu bukan anaknya, yang salah kebijakan itu melanggar. Kenapa yang dipindah anaknya? Yang harus ditindak itu guru atau kepala sekolah yang memang memaksa" ujar Sri Sultan seperti yang dilansir dari JPNN Jogja, Sabtu 6/8).
Sebagaimana diketahui, beberapa pihak mengusulkan siswi tersebut untuk pindah sekolah sejak kasus dugaan pemaksaan berjilbab ini jadi sorotan publik.
Siswi dan orang tuanya pun setuju untuk pindah sekolah demi memulihkan kondisi mental yang bersangkutan.
Menurut Sultan, keputusan memindahkan sang anak dirasa kurang tepat.
"Malah yang dikorbakan anaknya, disuruh pindah. Itu persoalannya kan bukan di situ, itu salahnya sekolah," kata Ngarsa Dalem.
Pemda DIY akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala SMAN 1 Banguntapan dan tiga guru lainnya.
Sultan tidak menerima siswi yang dianggap menjadi korban malah dipindahkan ke sekolah lain. Padahal menurutnya, gurunya yang harus ditindak, bukan siswinya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News