Warna Ungu Label Halal Kemenag tak Relevan Unsur Keislaman

Senin, 14 Maret 2022 – 15:42 WIB
Warna Ungu Label Halal Kemenag tak Relevan Unsur Keislaman - JPNN.com Sultra
Logo Baru Label Halal Berbentuk Gunungan Wayang, Kemana Huruf Arabnya?

sultra.jpnn.com, JAKARTA - Kritik atas label halal Kemenag terus bergulir. Kali ini datang dari Senayan. Pemilihan warna ungu dianggap tak relevan dengan unsur keislaman. Sebaliknya, warna ungu bisa diasumsikan sebagai sesuatu yang beracun.

Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf mengkritisi label halal baru yang dirilis Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama (BPJPH Kemenag).

Pasalnya, label halal baru lebih menggunakan unsur ungu ketimbang hijau. "Pemilihan warna ungu tidak relevan unsur keislaman," kata Bukhori melalui keterangan persnya seperti yang dilansir JPNN, Senin (14/3).

Legislator Fraksi PKS itu mengatakan penggunaan warna hijau di negara lain sebenarnya bisa dipahami dari sisi historis.

Kelir tersebut tidak lepas dari anggapan bahwa warna yang paling disukai Nabi Muhammad SAW.

"Warna hijau identik dengan identitas Islam dan muslim. Sebagai contoh, warna bendera sejumlah negara muslim seperti Arab Saudi, Palestina, dan Pakistan," tutur Bukhori.

Toh, kata legislator Daerah Pemilihan I Jawa Tengah itu, penggunaan warna memiliki pengaruh terhadap perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang.

Jika dikaitkan dengan produk, warna hijau diasumsikan sebagai sesuatu yang halal, segar, dan sehat. Sebaliknya, warna ungu bisa diasumsikan sebagai sesuatu yang beracun.

Pemilihan warna ungu label halal Kemenag dianggap tak relevan dengan unsur keislaman. Sebaliknya, warna ungu bisa diasumsikan sebagai sesuatu yang beracun.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News