Sosok Ade Armando, Muslim Tetapi Banyak Mengkritik Islam

"Tidak ada lagi orang bicara dua isu itu," ucap Dahlan.
Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat demo mahasiswa itu berlangsung di depan gerbang utama DPR/MPR, Senin lalu.
Ade Armando babak belur dikeroyok oleh sekelompok orang yang bergabung ke dalam aksi demo BEM SI tersebut. "Peristiwa besar melahirkan tokoh besar dan itu Ade Armando. Bukan perancang dan penggagas gerakan itu," kata Dahlan.
Tujuan Ade Armando ke DPR Sebelumnya, Ade Armando mengaku tidak ikut dalam aksi demonstrasi bersama mahasiswa tersebut, tetapi memberikan dukungan secara moril.
"Saya salah satu pihak yang menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu," kata Ade Armando di depan Gedung Parlemen, Senin (11/4).
Pria kelahiran 24 September 1961 itu lantas membeberkan alasannya menolak masa perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu.
Menurut Ade, jika itu terjadi artinya perlu adanya amendemen UUD 1945 yang bakal memakan waktu lama. Oleh karena itu, demo mahasiswa itu harus menjadi pesan penting bagi partai politik yang mendukung penundaan Pemilu 2024 agar membatalkan wacana tersebut.
"Mendingan pesan langsung sampai ke partai politik, pihak-pihak yang berusaha menginginkan adanya amendemen," ujar Ade. (fat/jpnn)
Sosok Ade Armando adalah seorang muslim tetapi banyak mengkritik Islam.
Redaktur & Reporter : Arwan Mannaungeng
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News