Keluarga Tahanan yang Tewas di Polres Muna Gelar Demo Menuntut Keadilan

sultra.jpnn.com, MUNA - Keluarga besar tahanan Polres Muna yang meninggal dunia setelah disel 12 jam menggelar demonstrasi, Jumat (6/5).
Demonstrasi yang digelar di depan Mapolres Muna dilakukan untuk menuntut keadilan atas tewasnya keluarga mereka, Amis Ando (43) yang meninggal dunia pada Rabu (4/5) lalu.
Pantauan awak media JPNN.com, personel kepolisian menutup portal pagar untuk menahan para demonstran memasuki halaman Mapolres Muna.
Salah seorang pendemo mengatakan dirinya sangat menyayangkan pernyataan dari Kapolres Muna AKBP Mulkaifin yang menyampaikan bahwa kematian almarhum sama sekali tidak dianiaya.
"Sangat berbeda dengan apa yang kami lihat. Saya meminta kepada Kapolres Muna untuk menghadirkan polisi-polisi yang menangkap almarhum dan petugas yang piket pada malam penangkapan keluarga kami itu," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya kepada Kapolres Muna yang baru saja menjabat itu. Sebab, pihaknya menilai Kapolres Muna dinilai gagal.
Baca Juga:
"Saya sangat mengapresiasi kinerja Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Astaman yang telah mengungkap banyak kasus yang tidak bisa diungkap oleh Kasat sebelumnya, tetapi kami sangat sayangkan tindakan yang sampai bisa menghilangkan nyawa keluarga kami Amis Ando," tegasnya.
Diketahui, Amis Ando ditangkap polisi pada Selasa (3/5) malam dan digelandang ke Polres Muna, setelah 12 jam di Mapolres Muna, ia dinyatakan meninggal dunia. (mcr6/jpnn)
Keluarga Amis Ando menuntuk keadilan atas kematian keluarganya Amis Ando yang tewas di Polres Muna.
Redaktur : Arwan Mannaungeng
Reporter : La Ode Muh. Deden Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News