Pendeta Saifuddin Ibrahim, Sebelum Murtad Pernah Jadi Aktivis NII

Kabar dari sejumlah kerabat, Ibrahim pergi ke Pondok Pesantren Al-Zaytun bersama tokoh NII KW 11, Abu Toto. Ibrahim menjadi pengajar quran dan hadist di Pondok Pesantren pimpinan Panji Gumilang tersebut.
”Tapi gak lama (keberadaan Ibrahim di Pondok Pesantren Al-Zaytun, red). Setelah itu dia menghilang entah ke mana. Apakah dikeluarkan atau dia keluar sendiri saya tidak tahu,’’ sebut Rusli.
Memasuki tahun 2000-an, Rusli bertemu dengan Syafrudin, kerabat Ibrahim dari Bima, NTB. Saat itu, Syafrudin mengabarkan bahwa Ibrahim telah berpindah keyakinan dan mengganti nama menjadi Abraham.
Rusli belum memercayai sepenuhnya ucapan Syafrudin. Ia kemudian berinisiatif mencari nomor telepon Ibrahim untuk sekadar menanyakan kabar.
”Saya telepon sempat akrab, tapi belum mau bicara kalau dia pindah agama. Terakhir tahun 2010 dia sendiri bilang ke saya bahwa dia memiliki jabatan Sekjen Dewan Penginjil Asia-Oseania. Dia cerita sama saya di telepon,’’ ungkapnya. (jpnn)
Pendeta Saifuddin Ibrahim besar di keluarga muslim yang pemahaman islamnya kuat. Sebelum murtad, pernah jadi aktivis Negara Islam Indonesia.
Redaktur & Reporter : Arwan Mannaungeng
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News